Abstrak
UMKM sektor pertanian di Jawa Timur memiliki potensi yang besar sebagai
penyedia utama bahan baku bagi industri halal nasional. Di sisi lain, belum ada alat untuk
mengukur sejauh mana kinerja dari UMKM di halal di Jawa Timur mampu untuk
mendukung ketahanan pangan regional. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk
mengukur Indeks Ekosistem UMKM Halal (IEUH) yang penting untuk memetakan sejauh
mana UMKM halal di Jawa Timur mampu berkontribusi terhadap ketahanan pangan
regional secara nyata dan berkelanjutan. Studi ini dilakukan dengan metode campuran (mix
method) dimana data primer dikumpulkan melalui survei lapangan di berbagai wilayah
Indonesia yang memiliki basis UMKM pangan halal, serta melalui Focus Group
Discussion (FGD) dan in-depth interview bersama pelaku UMKM, akademisi, dan
stakeholder lainnya terkait ekosistem halal. Pengumpulan data ini bertujuan untuk
memperkaya pemahaman mengenai parameter, tantangan, dan kondisi riil ekosistem
UMKM halal. Seluruh data dan informasi yang diperoleh melalui survei, wawancara,
maupun FGD kemudian diolah dan dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif melalui
metode AHP. Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima dimensi utama pembentuk
ekosistem UMKM halal, yaitu: Kepatuhan Halal; Kelembagaan dan Jejaring; Inovasi dan
Teknologi; Keberlanjutan dan Sosial-Lingkungan; serta Daya Saing dan Kemandirian
Pangan. Kepatuhan Halal memiliki bobot prioritas tertinggi (0,49), menandakan bahwa
aspek kepatuhan terhadap prinsip dan standar halal merupakan fondasi penguatan
ekosistem UMKM halal. Selain itu, hasil pengukuran indeks menggunakan pendekatan
AHP menunjukkan bahwa tiga dimensi berada pada kategori Tinggi, yaitu Kepatuhan
Halal (72,00), Keberlanjutan dan Sosial-Lingkungan (70,79), dan Daya Saing dan
Kemandirian Pangan (73,00). Sementara itu, dua dimensi lainnya berada pada kategori
Sedang, yaitu Kelembagaan dan Jejaring (52,70) serta Inovasi dan Teknologi (49,54). Hasil
studi ini mekomendasikan agar semua stakeholder yang terlibat di dalam pengembangan
integrasi ekosistem UMKM dalam di dalam bidang pangan di Jawa Timur melakukan
penguatan jejaring ekosistem halal yang terintegrasi, modernisasi dan digitalisasi pangan
halal dalam meningkatkan keamanan pangan, penguatan kepatuhan halal sebagai fondasi
utama ekosistem, membangun umkm halal berbasis hijau dan inklusif, strategi peningkatan
produktivitas dan nilai tambah produk halal.