Abstrak
Riset ini terkait dengan upaya menghindari atau meminimalisir konflik yang
terjadi di Kepulauan Masalembu Sumenep Jawa Timur. Di mana Pemerintah
Kabupaten Sumenep dan Bakorwil Pamekasan berupaya untuk melakukan
rekonsiliasi konflik, dengan cara pembentukan kelembagaan kawasan Konservasi
Kepulauan di Kepulauan Masalembu Sumenep Jawa Timur. Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif dioperasikan melalui analisis deskriptif,
menggunakan pendekatan fenomenologi. Tempat penelitian ini di kepulauan
Masalembu Kabupaten Sumenep Madura. Penelitian ini akan dilakukan selama 8
(delapan) bulan, yakni mulai bulan Maret sampai bulan Oktober 2016. Studi ini
menggunakan data kualitatif dan data kuantitatif, kedua data ini digali dari
sumber data primer dan data sekunder. Hasil riset dapat disimpulkan beberapa
point, yakni: 1). Pulau Masalembu secara umum memiliki tiga potensi dan ragam
persoalan yakni: Potensi dan Permasalahan Ekologis; Potensi dan Permasalahan
Ekonomi; dan Potensi dan Permasalahan Sosial Budaya. 2). Area penangkapan
ikan juga menjadi penyebab konflik antara nelayan lokal Masalembu dengan
nelayan luar, terutama nelayan Jawa Tengah. 3)kelompok nelayan di Masalembu
sangat banyak dan tidak terdata dengan baik berapa jumlah pastinya. 4). Kealpaan
pemerintah seharusnya menjadikan dorongan bagi pemerintah untuk menjadikan
Pulau Masalembu sebagai wilayah atau kawasan konservasi sesuai Permen
Kelautan Dan Perikanan RI No. Per. 2/Men/2009. 5). Pulau Masalembu belum
masuk dalam zonasi konservasi karena masuk ke dalam zonasi ekonomi pulau
kecil. Untuk menjadikan Pulau Masalembu sebagai kawasan konservasi melalui
Proses Inisiasi, dilanjutkan dengan Identifikasi dan Inventarisasi Calon Kawasan,
kemudian Pencadangan, Penetapan, dan terakhir adalah Penataan Batas. Riset ini
merupakan langkah awal untuk melakukan inisiasi pembentukan kawasan
konservasi di Pulau Masalembu.