Abstrak
Kemiskinan perdesaan di Jawa Timur masih dipengaruhi oleh faktor struktural, sosial,
serta administratif yang saling berkaitan. Kegiatan ini bertujuan menganalisis efektivitas
berbagai pendekatan penanggulangan kemiskinan, mengembangkan model integratif
yang sesuai dengan karakteristik wilayah, serta merumuskan rekomendasi kebijakan
multi-strategi yang berkelanjutan. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumen,
observasi, dan verifikasi berbasis DTKS/P3KE tahun 2024 pada tiga kabupaten lokasi
penelitian, yaitu Probolinggo, Blitar, dan Nganjuk. Hasil kajian menunjukkan bahwa
rendahnya produktivitas sektor pertanian, keterbatasan akses pasar, lemahnya
kelembagaan ekonomi lokal, ketergantungan pada bantuan sosial, dan ketidaktepatan data
penerima manfaat menjadi penyebab utama kemiskinan perdesaan. Setiap daerah
memiliki konteks yang berbeda, mulai dari hambatan mentalitas dan kapasitas ekonomi,
ketimpangan infrastruktur, hingga persoalan akurasi data yang memicu konflik sosial.
Berdasarkan temuan tersebut, model multi-strategi dikembangkan melalui tiga pilar
utama, yaitu penajaman sumber daya fiskal dan non-fiskal, integrasi program lintas sektor
pada sasaran yang sama, serta pengisian celah program melalui penguatan data dan
pemberdayaan berbasis profesi. Kerangka verifikasi dan validasi (Verval) data
diposisikan sebagai fondasi untuk memastikan intervensi tepat sasaran dan selaras dengan
kebutuhan riil masyarakat. Model ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antar
lembaga, meningkatkan efektivitas program, serta mempercepat penurunan kemiskinan
perdesaan melalui peningkatan kapasitas ekonomi dan sinergi kebijakan yang lebih
terarah.