Abstrak
Kondisi dan realitas pertumbuhan kendaraan bermotor baik roda dua dan roda empat sangat
tinggi sudah tidak bisa dibantah lagi. Pertumbuhan paling tinggi dialami oleh kendaraan roda
dua, hal ini menyebabkan jumlah angkutan umum menjadi berkurang. Karena masyarakat
enggan menggunakan angkutan umum masal yang kondisinya semakin lama-semakin buruk
kualitas pelayanannya. Di tengah kondisi angkutan umum masal yang semakin berkurang
tersebut dan semakin buruk pelayanannya, ada sebuah kebijakan yang menarik yang diambil
oleh Pemerintah Kota Kediri dan Kabupaten Tulungagung di bidang angkutan umum masal,
yaitu menyediakan fasilitas angkutan umum gratis bagi pelajar di ke dua wilayah tersebut
dengan memanfaatkan dana APBD setempat.Tujuan dari kajian ini adalah, mengetahui
pertimbangan/alasan dikeluarkannya kebijakan pemberian fasilitas angkutan umum gratis bagi
pelajar.Untuk mengetahui skema pembiayaan pemberian fasilitas angkutan umum gratis bagi
pelajar.Menyusun dan menetapkan strategi kebijakan angkutan umum gratis bagi masyarakat
luas. Dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif hasil kajian adalah bahwa
pertimbangan banyaknya siswa yang belum cukup umur mengendarai kendaraan roda dua
dimana para pelajar tersebut belum memiliki surat izin mengemudi (SIM) sering menjadi
penyebab terjadi kecelakaan yang korbannya kebanyakan para pelajar. Pembiayaan pelayanan
angkutan umum gratis bagi siswa antara Kota Kediri adalah sopir yang mengangkut siswa
secara gratis mendapat bantuan BBM 3 liter untuk shift pagi dan 3 liter untuk shift siang dengan
menukarkan kupun atau voucher di SPBU yang ditunjuk. Sementara di Kabupaten Tulungagung
setiap sopir yang melayani angkutan gratis kepada siswa harus menandatangani perjanjian
kerjasama dengan pihak Pemerintah Kabupaten Tulungagung yang dalam hal ini diwakili oleh
Dinas Perhubungan Komunikasi dan informatika. Setiap sopir akan diberi biaya operasional
kendaraan (BOK) per harinya sebesar Rp 90.000,- Untuk memperluas jangkauan pelayanan
Pemerintah Kota Kediri agar memberikan layanan angkutan gratis kepada siswa diperluas ke
Lyn lain, yaitu ke Lyn C, E, G, dan I. Pengawasan perlu diperketat dengan memberikan alat
kontrol atau alat lain sebagai alat kontrol sebagai bukti menjalankan tugas kepada para sopir
yang mendapatkan kupon atau voucher gratis. Karena begitu mendapatkan BBM gratis sopir
yang bersangkutan terkadang tidak melewati route yang seharusnya dilewati, tetapi putar balik
mencari penumpang lain. Selanjutnya Pemerintah Kabupaten Tulungagung agar menambah
route layanan yang memiliki siswa dalam jumlah besar pada wilayah-wilayah kecamatan
Rejotangan Tulungagung dan Kedungwaru Tulungagung.