Abstrak
Sumberdaya wanita tani merupakan salah satu potensi yang besar
dalam menyumbang tenaga kerja pada kegiatan produksi. Wanita tani
memerankan peranan penting dalam keterlibatannya pada kegiatan
agroindustri, sehingga perlu diberdayakan secara optimal. Maka dari itu
perlu diketahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pemberdayaan
dan kinerja kelompok wanita tani (KWT) di sektor agroindustri, sehingga
selanjutnya dapat dilakukan penentuan model strategi yang tepat untuk
pemberdayaannya. Penentuan dan penerapan strategi yang tepat
tersebut diharapkan dapat meningkatkan kinerja wanita tani sehingga
akan berimplikasi pada pendapatan dan kesejahteraan rumah tangga
wanita tani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Partial
Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan
pemerintah, pasar kompetitif dan kualitas SDM berpengaruh pada
pemberdayaan KWT. Sedangkan faktor yang berpengaruh terhadap
kinerja usaha adalah pasar kompetitif dan kualitas SDM. Pemberdayaan
juga berpengaruh pada kinerja usaha. Kendala utama dalam
pemberdayaan agroindustri untuk kelompok wanita tani diantaranya
adalah kendala cuaca, kurangnya bantuan modal, bantuan mesin,
kurangnya kesadaran dan pengetahuan dalam mengembangkan dan
memasarkan produk. Model pemberdayaan agroindustri yang tepat untuk
kelompok tani wanita adalah dengan menerapkan kebijakan pemerintah
melalui pemberian bantuan modal, bantuan mesin dan pelatihan
mengenai pengembangn produk dan pemasaran sehingga dapat
meningkatkan pemberdayaan dan kinerja usaha kelompok wanita tani di
ketiga kabupaten untuk menghasilkan produk yang kompetitif di pasar.