Abstrak
Pembangunan pendidikan nasional didasarkan pada paradigma membangun
manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang mempunyai kapasitas untuk
mengaktualisasi potensi dan dimensi kemanusiaan secara optimal. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui dampak implementasi BOS dan BOPDA di sekolah-sekolah
daerah dan kendala yang dihadapi dalam implementasi BOS dan BOPDA tersebut.
Dari hasil penelitian diketahui Implementasi program BOS/BOPDA banyak
memberikan manfaat kepada pengelola sekolah dan orang tua/wali murid. Pengelola
sekolah tidak perlu berpikir keras untuk membujuk orang tua/wali murid untuk
berpartisipasi aktif dalam pendanaan biaya operasional sekolah. Demikian juga dirasakan
oleh orang tua/wali murid yang kondisi ekonominya kurang menguntungkan. Selama
proses perencanaan dan pelaksanaan program, sekolah telah konsisten mengembangkan
RKAS. Artinya, sekolah telah melakukan perencanaan kegiatan tahunan secara rutin
namun belum secara cermat mengembangkan skala prioritas dalam perencanaan.
Hambatan yang dirasakan dalam pelaksanaan program BOS/BOPDA antara lain
adalah belum memadainya sosialisasi pada masyarakat sekolah, perencanaan (RKAS) tidak
diiringi dengan evaluasi diri yang dilakukan secara bersama dengan masyarakat sekolah,
pembatasan prosentase honorarium dalam penganggaran juga menyulitkan dalam
pendanaan sejumlah kegiatan yang melibatkan guru tidak tetap dan karyawan tidak tetap.