Abstrak
Perakitan jagung ungu guna memperoleh kadar anthosianin dan ketan
tinggi telah dilakukan sejak tahun 2013 dan sesuai road map penelitian maka pada
tahun 2014 Kajian Produktifitas dan Keragaan Jagung Ungu dalam rangka Pra
Pelepasan Varietas dilakukan sebagai upaya finishing touch untuk memenuhi
syarat sebagai varitas jagung unggul barudan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Tujuan dari penelitian ini adalah Mengkaji pola kombinasi perkawinan antar
galur yang dapat menghasilkan galur baru dengan sifat unggul/super, Mengetahui
pola karakter unggul terkait pertumbuhan vegetatif yang terbentuk, Mengetahui
pola karakter unggul yang terbentuk terkait daya hasil tinggi, Mengetahui pola
karakter unggul terkait dengan kualitas hasil, terutama kadar anthosianin,
amylopektin (ketan) serta kadar gula jagung dan Menguji daya gabung masing-
masing karakter.
Materi genetik yang digunakan adalah galur harapan jagung unggu hasil
persilangan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Penelitian menggunakan
Rangcangan Acak Kelompok (RAK) dengan teknik budidaya yang sudah baku
untuk tanaman jagung. Pengamatan dilakukan pada 15 karakter kuantitatif dan 4
karakteer kuantitatif. Analisis data dilakukan dengan pendekatan Uji F test, BNJ,
Heretabilitas dan Daya Gabung.
Hasil penelitian menunjukkan pola kombinasi karakter galur jagung ungu
terutama pada karakter pengisian tongkol dapat diketahui melalui pola
pewarisannya, sehingga dapat diarahkan untuk menghasilkan Hibrida F1 dengan
pengisian ujung tongkol (tip filling) penuh.Tidak terjadi perubahan yang signifikan
antara galur tetua jagung ungu dengan hibrida F1 nya (DGU dan DGK) terutama
pada karakter vegetative, sehingga menguntungkan jika sifat unggul diarahkan
pada ketahanan terhadap penyakit dan tahan terhadap terpaan angin (roboh).Pola
kombinasi GP X GTP memberikan efek yang tidak nyata dibandingkan GTP X GP
terkait dengan karakter bobot tongkol, bobot kernel dan jumlah baris namun
berbeda pada pola pengisian ujung tongkol (tip filling). Karakter jagung dengan
warna kernel ungu pekat, warna janggel merah dan biji kisut (Manis) memiliki rata-
rata kandungan nilai amilopektin, antosianin dan kadar gula terbaik dibandingkan
karakter lain yang diuji. Serta Terjadi peningkatan daya hasil atau heterosis
sekitar 17 % pada Hibrida F1 (8.78 ton/ Ha) dibandingkan kedua tetuanya (7 ton/
Ha) tetapi tidak terjadi penambahan tinggi tanaman secara signifikan.
iv
Berdasarkan hasil penelitian maka direkomendasikan hal-hal sebagai berikut
: (1) Merekomendasikan kepada Balitbang Provinsi Jatim untuk menguji pasca
panen termasuk uji rasa dan kesehatan penggunaan jagung ungu terhadap
hewan/ manusia; (2) Rekomendasi kepada Balitbang Provinsi Jatim untuk
mempersiapkan pelepasan varietas baru sehingga petani dan masyarakat dapat
segera menanam dan memanfaatkan jagung ungu dan Merekomendasikan
kepada Dinas Ketahanan Pangan Nganjuk dan Lumajang untuk mulai
mensosialisasikan adanya varitas harapan jagung ungu.