Abstrak
Jagung merupakan sumber pangan ke-2 di Indonesia setelah padi. Jagung
pangan memberikan kontribusi yang cukup besar dalam produksi olahan jagung
nasional. Akan tetapi masih banyak petani yang belum mengetahui jenis-jenis
jagung pangan, bentuk olahan dan cara pembudidayaan yang baik dan benar.
Sebagian besar petani hanya menanam jagung pangan untuk kegiatan produksi
tanpa ada proses off farm yang memberikan banyak nilai tambah baik secara
ekonomi maupun sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengenalkan dan
diseminasi mengelola teknologi budidaya dan produksi beberapa jenis jagung
pangan kepada kelompok tani; (2) Mengkaji jenis dan ragam produk olahan
jagung yang potensial di Jawa Timur; (3) Mengenalkan teknologi pengolahan
jagung yang potensial dikembangkan oleh petani atau keluarga petani; (4)
Mendampingi dan memberdayakan ibu-ibu petani dalam mengadopsi teknologi
olahan jagung dan merintis usaha berbasis olahan jagung hasil budidaya petani
pria dan (5) Mengkaji model pemberdayaan dalam pengembangan olahan
jagung di Jawa Timur yang mampu diimplementasikan kepada keluarga petani.
Kegiatan kajian dilakukan di Malang mulai bulan Februari sampai
September 2014. Pemilihan tempat pertama didasarkan pada daerah sentra
produksi jagung sehingga kondisi iklim sesuai dengan syarat tumbuh jagung,
kapasitas petani yang cukup berpengalaman dalam menanam jagung. Materi
bahan olahan yang digunakan adalah jagung pangan koleksi tim Lembaga
Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Brawijaya yaitu,
Jagung Ungu, Manis dan ketan.
Metode penelitian yaitu partisipatory yang melibatkan petani dan keluarga
petani mulai dari tahap awal sosialisasi serta survey pendahuluan, penentuan
areal tanam, FGD dan pelatihan. Pelatihan dan FGD dilakukan secara bertahap
berdasarkan survey pendahuluan.
Hasil penelitian menunjukkan (1) adopsi teknolgi budidaya jagung ungu,
ketan dan jagung manis melalui diseminasi dan proses partisipasi aktif petani
mampu menghasilkan produktifitas melebihi standar produktifitas nasional
sehingga dapat digunakan sebagai indicator bahwa sisi on farm yang ditangani
oleh petani mampu menopang kebutuhan sisi off farm jika di daerah tersebut
dikembangkan produk olahannya oleh ibu petani; (2) Hasil kajian olahan
berbahan dasar jagung yang beredar di pasar, rumah makan, toko nakanan
ringan dan convenient store masih terbatas ragamnya, tetapi persepsi konsumen
v
terhadap rasa, harga dan merek akses pasar dapat memberi gambaran yang
cukup jelas tentang prospek pengembangan jagung olahan di daerah jatikerto;
(3) Teknologi pengolahan jagung yang potensial dikembangkan oleh ibu petani di
daerah jatikerto adalah pengolahan stik jagung, kueh selai jagung dan yogurt
jagung; (4) Pendampingan dalam rangka pemberdayaan ibu-ibu petani desa
jatikerto dilakukan melalui sharing pengetahuan tentang pengelolaan bisnis,
pemasaran, kecocokan bisnis secara klasikal, pelatihan dan praktek untuk
meningkatkan skill dan inovasi teknologi olahan jagung, temu usaha dan
pameran serta diskusi rintisan usaha bersama melalui FGD dan (5) Evaluasi
potensi SDM, ketersediaan bahan baku, potensi fasilitas penunjang, kondisi
pasar, potensi bahan baku, organisasi dan dukungan financial menjadi bahan
evaluasi FGD guna menentukan kurikulum danformat pendampingan sebagai
model pemberdayaan ibu petani dalam rangka pengembangan usaha bersama
olahan jagung di jatikerto.
Rekomendasi terkait yang dapat disampaikan berdasarkan hasil penelitian
yaitu (1) Merekomendasikan kepada Balitbangda Provinsi Jawa Timur untuk
mendukung isi poin hasil FGD dengan melanjutkan proses pendampingan jangka
panjang dengan menerapkan SOP GAP dan Olahan jagung yang telah dibuat
sebagai model pemberdayaan petani jagung dan ibu petani menjadi UKM PKK
yang sukses. Serta (2) Merekomendasikan kepada Pemda Kabupaten Malang
untuk membantu program insentif guna percepatan capaian pemberdayaan UKM
PKK desa Jatikerto melalui SKPD Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan
Menengah Kabupaten Malang.