Abstrak
Kebutuhan akses informasi mendorong fungsi perpustakaan berkembang, tidak
sekedar sebagai penyedia layanan interaksi pembaca dan buku, tetapi
menjadikan perpustakaan sebagai sarana publik mampu menjangkau semua
lapisan masyarakat dalam mendapatkan ilmu pengetahuan secara bebas.
Berbagai inovasi atas program unggulan maupun spesifikasi jasa yang disediakan
diharapkan mampu menjamin aksestabiitas terhadap layanan perpustakaan,
terutama bagi kalangan yang rentan terhadap akses informasi, akses ilmu
pengetahuan dan akses pendidikan. Perpustakaan memiliki peran penting dalam
mengurangi GAB (kesenjangan) pendidikan di masyarakat dengan turut
membudayakan semangat membaca dan menekan tingkat buta huruf.
Maka, kajian optimalisasi fungsi perpustakaan sebagai sarana pelayanan public
dibutuhkan untuk menjelaskan perkembangan perpustakaan dalam menjalankan
fungsi penyedia layanan publik. Terutama fungsi peningkatan budaya dan minat
baca di masyarakat.
Dengan mengunakan pendekatan teoritik Service Quality, Kepuasan Pelanggan
dan Kesiapan Kelembagaan dan Optimalisasi Pelayanan Publik akan menjelaskan
optimalisasi perpustakan dalam 2 (dua) aspek yaitu aspek pemustaka sebagai
pengguna layanan dan aspek pustakawan sebagai penyedia jasa layanan.
Indikator penilaian aspek pemustaka antara lain koleksi, fasilitas, sumber daya
manusia, spesifikasi jasa, program unggulan, dan promosi perpustakaan.
Sedangkan indikator penilaian aspek pustakawan antara lain orientasi harapan,
tujuan kelembagaan, sistem manajemen sumber daya mansuia, ketersediaan
koleksi, ketersediaan fasilitas, inovasi program unggulan dan kegiatan promosi
perpustakaan.
Hasil analisa menunjukkan bahwa keterbatasan anggaran, kuantitas dan kualitas
SDM masih menjadi kendala dalam memaksimalkan fungsi perpustakaan sebagai
penyedia layanan publik dalam upaya peningkatan budaya dan minat baca di
masyarakat. Koleksi yang lebh variatif dan up to date sangat perpengaruh
terhadap peningkatan jumlah kunjungan perpustakaan. Selain itu perkembangan
teknologi informasi harus segera digunakan dalam menciptakan layanan publik
yang modern. E-library menjadi gagaran yang harus terus dikembangkan dalam
mendorong kualitas perpustakaan di Provinsi Jawa Timur.