Abstrak
Nanas merupakan salah satu tanaman penghasil buah yang banyak ditanam
di Indonesia, di Jawa Timur nanas banyak dibudidayakan di wilayah Kabupaten Kediri
dan Blitar. Pada tahun 2012 Jawa Timur merupakan penghasil nanas terbesar ketiga
di Indonesia setelah Lampung dan Sumatera Utara. Pada tahun 2012 luas tanam
nanas di Kediri mencapai 2.150 ha dengan produksi buah mencapai 159.749 ton (BPS
Kab. Kediri, 2013), sedangkan di Blitar produksi buah nanas pada tahun 2010 sebesar
3.087 ton (Anonymous, 2011), namun demikian nilai ekonomi komiditi nanas belum
maksimal.
Hingga kini pemanfaatan hasil tanaman nanas sebagian besar masih terbatas
pada pemanfaatan buahnya saja untuk konsumsi segar (buah meja), sedangkan
pengolahan menjadi aneka produk pangan belum maksimal, serta pemanfaatan
bagian lain (daun nanas) belum dilakukan sama sekali. Oleh karena itu untuk
meningkatkan nilai ekonomi komoditi tersebut diperlukan upaya diversifikasi,
diversifikasi pertama adalah pemanfaatan buah untuk produk olahan dan diversifikasi
kedua adalah pemanfaatan daun nanas untuk produk kerajinan.
Pengolahan buah nanas menjadi aneka produk selama ini belum
menghasilkan produk unggul, oleh karena itu perlu inovasi bentuk produk yang disukai
oleh konsumen, daya tahan lama dan dapat diproduksi oleh UKM. Salah satu bentuk
produk pangan yang saat kini disukai oleh kalangan remaja adalah produk olahan
semi kering yaitu manisan jelly dan leather buah, kedua produk selain formulasi cita-
rasa dan bentuk mudah dibuat juga kemasan produk akhir dibuat lebih menarik.
Disisi lain salah satu alternatif nilai tambah yang dapat dieksplorasi dari daun
nanas adalah pengolahan serat daun nanas untuk produksi tenun kain batik dan
industri kreatif (furniture, tas dompet). Potensi pemanfaatan serat daun nanas untuk
keperluan industri sangat tinggi, bahan tersebut memiliki banyak keunggulan,
diantaranya adalah : a). kualitas serat yang dihasilkan bagus sebagai bahan tekstil
(kain) maupun kerajinan serat (tas, dompet dan furniture); b). bahan baku banyak
tersebar di sentra penanaman nanas (Blitar dan Kediri); dan c). individu serat panjang
sehingga memudahkan dalam penataan pada pembuatan kain maupun kertas seni;
serta d). ratio serat/non serat tinggi sehingga rendemen (yield) serat yang dihasilkan
tinggi.
Permasalahan yang dihadapi hingga kini adalah belum adanya paket teknologi
produksi olahan buah dan serat daun nanas yang cocok diterapkan pada skala industri
kecil dan menengah (IKM). Adanya paket teknologi pengolahan buah nanas menjadi
permen jelly dan leather nanas serta pengolahan serat daun nanas yang optimal
diharapkan dapat menjawab permasalahan limbah daun nanas yang belum
termanfaatkan, meningkatkan nilai ekonomi produk dan meningkatkan wawasan
masyarakat dalam mendukung tumbuh kembangnya industri yang berbasis pada
keunggulan lokal, serta teknologi produksi yang berkelanjutan di wilayah pedesaan.
Kegiatan Penelitian terdiri dari 7 tahapan penelitian, antara lain a). Pemetaan
potensi tanaman nanas, b) Percobaan pengolahan buah nanas sub-grade untuk
permen jeli, c). Pengolahan fruit leather dari buah nanas sub-grade; d). Pengolahan
buah nanas sub-grade untuk permen coklat praline; e) Percobaan pemutihan daun
nanas kering untuk untuk industri kerajinan furniture dan serat daun nanas (untuk
tenun batik gedog); f). Analisis tingkat kelayakan ekonomi pengembangan produk
olahan nanas pada skala UKM, dan g) .Analisis tingkat penerimaan UKM terhadap
diseminasi aneka produk olahan nanas.