Abstrak
Provinsi Jawa Timur memiliki potensi keragaman jenis, volume produksi
buah-buahan yang sangat baik. Berdasarkan laporan Indikator Pertanian Jawa
Timur (2013) jumlah produksi buah tahunan di Provinsi Jawa Timur mencapai
2.408.077 ton pada tahun 2012 atau mengalami peningkatan produksi sebesar
10,76% dari tahun 2011 yang hanya sebesar 2.174.028 ton. Potensi ini patut
dikembangkan bukan saja dari sisi produksinya, namun juga untuk peningkatan
nilai tambah melalui usaha pengolahan. Peluang-peluang dalam pengembangan
jenis produk olahan sangat terbuka seiiring dengan adanya tuntutan kebutuhan
akan tersedianya produk olahan sesuai perubahan selera konsumen dan adanya
dukungan perkembangan teknologi yang memadai. Beragam produk olahan saat
ini telah dikembangkan dan memberikan nilai ekonomi baik dari sisi produk
maupun dalam mendukung penyediaan lapangan kerja. Ragam produk olahan
buah antara lain keripik, sari buah, jenang, cuka dan produk lainnya.
Dari sejumlah produk tersebut, yang memiliki prospek untuk terus
dikembangkan dari berbagai bahan baku buah-buahan adalah keripik buah.
Produk keripik buah merupakan produk yang memiliki banyak keunggulan
diantaranya adalah 1) masa kadaluarsa yang lebih panjang jika dibandingkan
dengan produk olahan buah lain seperti saribuah, dodol buah dan olahan yang
lain, 2) memiliki nilai tambah yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan produk
olahan buah yang lain, 3) merupakan produk yang banyak digemari masyarakat.
Berbagai produk keripik buah dapat dijumpai di setiap outlet oleh-oleh khas
daerah di Jawa Timur khususnya di Kabupaten Malang, Kota Wisata Batu,
Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Blitar, Kabupaten Lumajang, dan sebagainya.
Diversifikasi produk yang telah dilakukan di pasaran antara lain keripik nangka,
keripik apel, keripik salak, keripik nanas, dan sebagainya.
Dengan banyaknya jenis buah yang ada dan berkembangnya UMKM
pengolahan keripik buah di Jawa Timur, serta adanya sejumlah kendala dalam
pengembangan industri keripik buah, diantaranya jenis dan kualitas bahan baku,
teknologi pengolahan keripik buah, alat penggoreng vakum, dan sebagainya,
maka untuk mempercepat pengembangannya dibutuhkan desain model
iv
pengembangan teknologi pengolahan kripik buah sebagai upaya penguatan
diversifikasi olahan pangan di Jawa Timur.
Kegiatan penelitian ini dilakukan dalam 4 tahap yaitu 1). Menganalisis
kondisi internal dan eksternal serta merancang strategi yang optimal untuk
pengembangan usaha pengolahan keripik buah di Jawa Timur, 2) Merancang dan
membuat teknologi yang efektif untuk pengolahan keripik buah yang dapat
mengoptimalkan jenis dan keragaman potensi buah di Jawa Timur, 3) Menguji
kelayakan teknis dan ekonomis dari teknologi pengolahan keripik buah, 4)
Mengimplementasikan paket teknologi pengolahan keripik buah dalam
mendukung pengembangan industri buah di Jawa Timur dalam bentuk diseminasi
teknologi.