Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tepung hidrolisat protein
tempe afkir (HPTA) yang sesuai dengan standar, membuat rancang desain mesin
pengering tepung HPTA secara spesifik sehingga mampu meningkatkan kualitas tepung
HPTA serta mengetahui jaringan informasi potensi dan peluang pemanfaatan tepung
HPTA pada berbagai macam UMKM industri produk olahan pangan di Jawa Timur.
Untuk itu dilakukan serangkaian kegiatan antara lain; Mengidentifikasi penyebab
rendahnya kualitas tepung HPTA yang dihasilkan dan solusi pemecahannya, merancang
design mesin pengering tepung HPTA secara spesifik untuk meningkatkan kualitas
tepung HPTA dengan kapasitas 100 kg tempe afkir dengan waktu proses selama 2 jam
dan analisis gizinya serta mengidentifikasi UMKM yang memanfaatkan tepung HPTA
pada berbagai macam industri produk olahan pangan dan analisa kelayakan ekonomi
pada berbagai peluang produk olahan pangan di Jawa Timur.
Hasil penelitian ini berhasil merancang mesin pengering dengan dimensi panjang
3,000 mm, lebar 1,000 mm, dan tinggi 1,000 mm, terbuat dari bahan mild steel (MS) di
bagian luar dan bagian dalam terbuat dari Aluminium, antara mild steel (MS) dan
Aluminium terdapat isolator dari bahan glass wool . Mesin pengering ini dilengkapi
dengan blower berkecepatan 2,800 RPM, energi yang dibutuhkan oleh mesin ini adalah
sebesar 2,500 watt, listrik arus bolak-balik (AC) 1 (satu) phase. Selain itu juga berhasil
merancang mesin pencacah tempe dengan spesifikasi, diameter 400 mm, tebal 3 mm,
dan tinggi 553 mm, terbuat dari bahan stainless steel (Mat SUS 304) yang dilengkapi
dengan rangka duduk setinggi 660 mm.
Peluang potensi pemanfaatan tepung hidrolisat protein tempe afkir (HPTA)
berdasarkan hasil penelitian sebelumnya diantaranya adalah untuk mengganti bahan
baku utama bumbu tabur (powder seasoning) dengan aneka rasa, mengganti mono
sodium glutamat (MSG) dosis rendah, mensubtitusi tepung terigu hingga 30% dalam
membuat brownies, serta campuran makanan bayi sehingga lebih fungsional.