Abstrak
Secara umum lokasi daerah penelitian, meliputi wilayah bagian selatan Provinsi Jawa Timur, yaitu Kabupaten
Tulungagung dan Kabupaten Trenggalek. Kedua wilayah tersebut terletak di sebelah barat daya Kota Surabaya. Jarak
dari Kota Surabaya ke Kabupaten Tulungagung 154Km, sedangkan ke Kabupaten Trenggalek 186 Km.
Jenis penelitian ini adalah termasuk penelitian kasus, karena cakupan wilayah yang menjadi obyek penelitian
sempit yaitu Kecamatan Bandung Kabupaten Tulungagung, Kecamatan Gandusari dan Kecamatan Polagan Kabupaten
Trenggalek. Ditinjau dari sifat penelitiannya adalah lebih rinci, mendalam dan dilakukan secara intensif. Adapun teknik
pengambilan sampel dengan cara dipilih tetapi yang bisa dianggap mewakili dari seluruh populasi sampel yang menjadi
obyek penelitian (Purpossive Random sample); Sedangkan untuk pengumpulan data menggunakan pengamatan langsung
di lapangan (observasi) dan melalui wawancara dengan penduduk setempat yang faham betul tentang kondisi hidrologi
dan hutan sebelum dan sesudah 10 tahun terakhir di daerah penelitian.
Pada dasarnya tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh alih fungsilahan
terhadap kualitas airtanah akibat kegiatan tambang mangaan (Mn); bagaimana dampak alih fungsi lahan terhadap
penurunan jumlah cadangan airtanah; dan bagaimana pula solusi pemerintah provinsi dan kabupaten dalam mengatasi
kekeringan atau penurunan jumlah cadangan airtanah, sehingga kebutuhan air bersih penduduk di wilayah daerah
penelitian bisa terpenuhi.
Adapun solusi untuk mengatasi terjadinya kekeringan atau penurunan jumlah cadangan airtanah di wilayah
daerah penelitian adalah dengan cara melakukan penanaman pohon (reboisasi) pada daerah tangkapan hujan
(catchment area) dan gunakan air sesuai kebutuhan walaupun menggunakan sumur bor Air Bawah Tanah (ABT),
sehingga pemanfaatan air bisa optimal dan tidak boros.