Abstrak
Kekayaan alam termasuk sumber daya lahan dan air di masing-masing
agroekosistem mampu mempengaruhi kondisi lingkungan dan ekonomi yang ada
didalamnya. Jika sumber daya alam tidak dilestarikan maka semakin banyak lahan
yang terdegradasi. Masalah yang terjadi adalah kerusakan sumber daya alam
secara terus menerus dan krisis sosial antar petani dalam membiasakan dan
membudayakan konsep pertanian konservasi yang efektif. Pola pikir pertanian
tradisional masih mengurung pemikiran petani untuk bekerja secara praktis dan
menghasilkan, pola pikir tersebut dapat diindikasikan dari bagaimana cara dan
teknisnya dalam mengelola sumber daya alam seperti pola tanam monokultur,
pengolahan lahan yang cenderung miring dan penggunaan pupuk kimia,
pestisidan dan obat-obatan lainnya secara berlebih. Dalam jangka pendek cara ini
akan memberikan hasil secara ekonomi yang signifikan, tetapi secara lingkungan
sumber daya yang ada akan semakin hilang, sehingga fungsi lingkungan sebagai
agro-ekosistem akan berkurang.
Dari masalah tersebut muncul rumusan-rumusan yang menuju pada suatu
kebijakan model pertanian konservasi yang efektif yaitu (1) Memetakan secara
rinci tipe agroekosistem di masing-masing karakteristik kawasan yang terbagi
dalam dataran tinggi, dataran sedang dan dataran rendah, (2) menganalisis
pengaruh pola pengelolaan lahan oleh masyarakat terhadap kerusakan sumber
daya alam, (3) Menerapkan pertanian konservasi secara langsung dengan
melibatkan petani lokal serta mengukur dampak pendapatan petani atas adanya
aktifitas konservasi. (4) Setelah mengkaji serta menggali dari aktifitas tersebut,
muncul suatu model pelestarian sumber daya lingkungan melalui pendekatan
technical-antropology dengan kaidah-kaidah konservasi menuju pertanian
konservasi modern, dimana prinsip dari pertanian konservasi modern (1)
penggunaan teknologi yang tepat guna tanpa merusak lingkungan, (2)
Mengoptimalkan produksi tanpa menguras sumberdaya lahan secara berlebih dan
(3) meningkatkan pendapatan petani dari hasil tanaman konservasi serta nilai
ekonomi alternatif yang dapat diserap oleh petani.