Abstrak
Seperti tahun sebelumnya, pada tahun 2013 ini Pemerintah provinsi Jawa
Timur tetap mentargetkan paling tidak terjadi peningkatan setengah juta ton
sehingga produksi jagung diprediksi akan meningkat dari 6,5 juta ton menjadi
7,0 juta ton. Dengan target yang setinggi itu, maka jelas harapan utama
digantungkan kepada pundak para petani jagung di Jawa Timur. Berbagai skim
bantuan pemerintah telah digulirkan, namun sebagai SDM kunci atau aktor
utama untuk mencapai tujuan dalam sektor agro industry petani dituntut mampu
memenui harapan pemerintah daerah dan pusat. Padahal, disadari betul bahwa
kemampuan diri petani dalam hal pengetahuan, skill dan finansial serta
pengelolaan potensi diri masih jauh dari harapan. Mereka seolah tidak berdaya,
dan kondisi seperti ini akan sulit berubah sebelum ditemukan sebuah trobosan
yang menguntungkan petani.
Universitas Brawijaya sebagai lembaga pendidikan dan penelitian telah
berhasil mengembangkan berbagai teknologi, termasuk bidang pertanian dan
perbenihan yang siap diakses oleh masyarakat. Beberapa inovasi teknologi
aplikatif tentang produksi benih jagung hibrida telah dapat dikuasai sehingga
perlu didesiminasikan kepada masyarakat petani yang membutuhkan. Namun
beberapa permasalahan penting yang dapat terjadi untuk mencapai maksud
tersebut adalah, bagaimana penguasaan teknologi aplikatif pembuatan benih
jagung bermutu secara mandiri dapat diadopsi oleh petani, dan bagaimana
secara sederhana petani dapat memilih dan menguji benih hibrida sendiri.
Tujuan dari kegiatan kajian ini adalah; 1). Meningkatkan kapasitas petani
melalui pemanfaatan inovasi teknologi pembuatan benih jagung hibrida yang
aplikatif, 2). Melakukan pendampingan intensif sebagai model diseminasi
teknologi dalam pengujian lapang benih jagung hibrida dan 3). Menginisiasi
desa inovatif berbasis kreatifitas petani dalam pengembangan benih jagung
hibrida sendiri.
Kegiatan kajian dilakukan di tiga tempat, yaitu di Malang, Jombang dan
Nganjuk mulai bulan Februari sampai September 2013. Materi bahan tanam
yang digunakan adalah galur-galur inbrida jagung koleksi tim Fakultas Pertanian
Universitas Brawijaya yang digunakan untuk membuat benih F1 hibrida.
Penelitian menggunakan metode partisipatory yang melibatkan petani mulai dari
tahap awal sosialisasi, penentuan areal tanam dan demoploting dan Focused
v
Group discussion. Bentuk kerjasama juga ditetapkan serta tahapan kegiatan
dari penggalian data langsung melalui kuisioner awal, tahap diseminasi
teknologi, hingga kuisioner akhir serta adjustment aplikasi teknologi melalui
diskusi dalam fokus grup guna menyusun dan finalisasi SOP.
Setiap wilayah melibatkan kelompok tani yang mempunyai anggota lebih
dari 10 orang dan bersedia menyediakan areal untuk areal demoploting yang
cukup untuk menanam jagung dalam musim tanam yang seluas masing masing
>2000 m2 dan masing-masing terpisah.
Tahap pertama adalah klasikal dasar teori persilangan, pembuatan
varitas unggul dan produksi benih yang mudah dimengerti oleh Petani. Tahap
selanjutnya adalah memperkenalkan sistem penanaman induk jagung jantan dan
betina bersama petani, memelihara hingga panen dan pasca panen. Juga
diberikan cara pengujian hasil. Setelah itu petani dilibatkan dalam pengelolalan
hasil dan strategi penanaman untuk produksi benih dan distribusinya.
Hasil kajian menunjukkan bahwa; 1). Pemanfaatan inovasi teknologi
pembuatan benih jagung hibrida F1 dari proses persilangan galur betina dan
jantan telah dapat diaplikasikan oleh petani dapat meningkatkan kapasitas
petani dalam hal kemampuan skill, perubahan sikap dalam budidaya jagung
yang benar dan potensi kenaikan income. 2). Melalui pendampingan intensif
petani di tiga wilayah sasaran telah mampu mengadopsi teknologi dan
menganalisa pengujian benih jagung hibrida di lapang serta mengerti uji
keragaman genetic sebagai indicator syarat mampu mengembangkan proses
pembuatan varitas unggul baru dalam rangka menuju kemandirian benih, 3).
Kreatifitas para petani dalam hal pengujian, persilangan dan seleksi tanaman
serta tekat semangatnya dalam melanjutkan proses hibridisasi untuk
pengembangan benih jagung hibrida sendiri merupakan modal riil yang menjadi
rintisan desa inovatif berbasis pertanian modern. Dan 4), Beberapa Standard
Operating Procedure (SOP) terkait proses budidaya, persilangan pembuatan
Kajian merekomendasikan bahwa iptek pembuatan benih jagung
hibrida dapat dengan mudah diadopsi oleh Petani, sehingga mereka responsive
dan bersemangat untuk lebih mengembangkan menjadi proyek simultan yang
melibatkan peran aktif petani hingga betul betul mampu mandiri benih unggul
dalam bentuk mini projek. Oleh karena itu, pertama merekomendasikan kepada
Balitbang untuk memfasilitasi usulan petani dalam merealisasikan pembuatan
vi
proyek pembuatan varitas jagung unggul berbasis kratifitas petani sebagai tindak
lanjut pengembangan desa inovatif berbasis pertanian modern. Kedua,
merekomendasikan kepada Balitbang untuk menguji model dan memodifikasi
skoop kegiatan agar aspek kemanfaatannya lebih luas, yaitu pertanian terpadu
berbasis produksi benih hibrida di lain tempat dan sasaran.