Abstrak
Kopi dan kakao merupakan komoditas penghasil devisa negara yang
mempunyai keunggulan komparatif dan kompetitif. Tujuan penelitian ini adalah:
(1) mengetahui potensi dan penyebaran komoditas kopi dan kakao di dari aspek
luas areal dan produksi Kawasan Jalur Selatan Jawa Timur; (2) mengetahui
bentuk inovasi teknologi pasca panen komoditas kopi dan kakao di masyarakat
petani-pekebun; (3) mengetahui aplikasi inovasi teknologi pasca panen
komoditas kopi dan kakao di tingkat masyarakat petani-pekebun: (4) mengetahui
nilai ekonomi dari aplikasi inovasi teknologi pasca panen komoditas kopi dan
kakao di tingkat masyarakat petani-pekebun; (5) mengetahui akselerasi dan
tanggapan masyarakat petani-pekebun terhadap inovasi teknologi pasca panen
komoditas kopi dan kakao, terutama dari aspek ekonomi, kompatibilitas, tingkat
kerumitan, tingkat pengujian dan keterbukaan; dan (6) mengetahui strategi
implementasi dari proses akselerasi inovasi teknologi dan rekayasa kelembagaan
dalam pengusahaan komoditas kopi dan kako di Kawasan Jalur Selatan Jawa
Timur.
Lokasi penelitian ditentukan dengan sengaja di Kawasan Jalur Selatan
Jawa Timur, yaitu di Kabupaten malang, Lumajang, dan Kabupaten Jember.
Metode pengambilan data promer dan sekunder. Metode analisis yang
digunakan adalah analisis deskriptif, analisis biaya, pendapatan, dan analisis
SWOT.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Komoditas yang potensial
dikembangkan di Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Jember adalah komoditas
kopi, komoditas yang potensial dikembangkan di Kabupaten Malang adalah
komoditas kopi dan kakao; (2) Inovasi teknologi pasca panen yang dapat
dilakukan untuk kmoditas kopi adalah dengan pengolahan cara basah, sedangkan
untuk komoditas kakao adalah dengan melakukan pengolahan secara kolektif; (3)
Sebagian besar petani kopi dan kakao masih belum melakukan penanganan
pasca panen dengan baik dan sesuai dengan standar mutu; (4) Rata-rata kegiatan
usahatani kopi dan kakao di Kabupaten Malang, Lumajang, dan Jember layak
untuk diusahakan.; (5) Masyarakat petani kopi dan kakao menanggapi secara
terbuka hadirnya inovasi teknologi dan berkemauan untuk menggunakan
teknologi tersebut (6) Faktor pendorong kunci pengembangan kopi dan kakao
adalah pentingnya pemahaman pasca panen, sedangkan factor penghambat
untuk penerapan inovasi teknologi kopi dan kakao adalah lemahnya kinerja
kelembagaan.